February 21, 2024

Aktivitis dan Politisi Nasional, Ferdinand Hutahaean mendesak masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diperpanjang menjadi 3 periode. Baginya, usulan ini satu satunya cara mencegah politik identitas di Pemilu 2024. Ferdinand pun meminta agar adanya amandemen konstitusi agar masa jabatan Presiden Jokowi bisa diperpanjang menjadi 3 periode.

Sebaliknya, Pemilu 2024 disebutnya harus ditunda untuk kepentingan bangsa. "Saya sebetulnya punya solusi untuk mematikan permainan oligarki ini yang sekarang sudah muncul prematur dan terlalu dini yang justru semakin menghancurkan bangsa kita ke depan. Kalau saya lebih berharap dan mengusulkan teman teman di DPR supaya lebih baik Pemilu 2024 ini kita tunda dulu deh. Kalau perlu kita amandemen konstitusi kita biarkan presiden tiga periode," kata Ferdinand dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (12/11/2022). Ferdinand menjelaskan bahwa usulan tersebut juga bertujuan agar para oligarki yang bermain politik identitas di kontestasi pemilu bisa dicegah. Jika tidak dihentikan, maka bisa berpotensi adanya keterbelahan di masyarakat.

"Bukan sekadar keterbelahan adu pendapat dan adu argumen dan mungkin akan menjadi kericuhan atau permusuhan di grassroot masyarakat kita karena perbedaan perbedaan ini akan menghasilkan sentimen sentimen amarah dan kebencian yang tidak kecil," jelas Ferdinand. "Sekarang kita sudah bisa lihat bagaimana riuhnya media sosial kita dengan perdebatan perdebatan tentang politik identitas ini dan ini semua terjadi karena ada yang mensponsori yaitu oligarki," sambung Ferdinand. Namun begitu, Eks Politikus Partai Demokrat itu tak merinci perihal sosok oligarki yang disebut kerap memainkan politik identitas.

Hal yang pasti, dia hanya mendesak masa jabatan Presiden Jokowi diperpanjang menjadi 3 periode. "Untuk mematahkan rencana dan niat dan harapan para Oligarki yang tidak memikirkan nasib bangsa ini maka saya mengusulkan resep yaudahlah pemilu 2024 kita tunda dulu deh, kita perpanjang dulu pak Jokowi tiga periode sambil waktu itu kita gunakan untuk membenahi sistem demokrasi ke depan. Saya lebih suka itu di pada Pemilu tetapi hancur," ungkap Ferdinand. Ferdinand juga sempat menyentil Ketua Partai NasDem Surya Paloh agar bersikap negarawan untuk tak memaksakan Pemilu 2024.

Menurutnya, kepentingan bangsa lebih penting daripada kepentingan pribadi. "Saya juga ingat pas Pak Surya Paloh bilang lebih baik tidak ada Pemilu daripada bangsa hancur tetapi sekarang apa yang terjadi justru kehancuran sudah di depan mata kalau ini diteruskan. Jadi ya sudah kita tunda dulu lah," tukas Ferdinand.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *